Selasa, 29 April 2014

tak arti

0 komentar
aku pikir aku bijaksana
lakukan hal kecil dengan tegas lantangnya
keberanian, membuat bibirku menganga
tak percuma, itu perang ku dengan semesta

hei, penguasa hati
kau apakan aku ini
aku ingin jelaska
aku tak bisa seperti ini
mati, hanyalah hidup yang tak arti

Senin, 31 Maret 2014

dan, dia

0 komentar
dan
dia datang
bawa lagi harapan
bawa lagi pesakitan

dan
dia berjalan
kali ini tiada raguan
tiada hangat senyuman

dan
dia pergi
kusesali lagi
lamunan pagi ini

Minggu, 23 Februari 2014

lama

0 komentar
jelas kuhirup warna sendu
kokoh nan sayup merayu
bungkam menjalar

dari sinari mentari
kutembus lewati ilalang
tetap tak temukan
retorika sebenarnya, rasa..

lama..
mengenalmu..
membencimu..
ku sesali pertemuan dulu..

seperti bom waktu
aku akan mati terbunuh
sesali dulu

Rabu, 22 Januari 2014

sama

0 komentar


Kamu, dia, mereka, dan kita hakikatnya sama
Doyan makan nasi dan kecil minum susu
Yang masih bisa menangis kala sedih
Tertawa saat melihat komedi
Dan tersenyum saat dia juga membalas senyummu
Aku sadari itu adalah cumbu kita terhadap waktu
Waktu yang entah kapan berakhir
Yang bisa saja, karna waktu yang tepat
Kau tak bisa jelaskan
Apa arti senyummu kala kau sedang bahagia
Karna waktu yang tepat
Kau bisa merangkum arti perjuangan hidupmu
Karna waktu yang tepat
Kau bisa memejamkan mata
Dihari kelak, kala kau benar-benar letih
Dipenghujung muda, di pengakhiran tua
Hingga tak ada ruang waktu lagi
Untuk kau terus hidup

Selasa, 14 Januari 2014

terimakasih, aku suka menghentikan ini

0 komentar
terimakasih, aku suka menghentikan ini
telah lama
tak bicara
aku dibuatnya bisu

terimakasih, aku suka menghentikan ini
ketika dulu
bersama
aku dibuatnya rindu

terimakasih, aku suka menghentikan ini
jelaskan waktu
yang sebenarnya
aku dibuatnya sendu

terimakasih. aku suka menghentikan ini
kini kau pergi
sempat jelaskan
aku dibuatnya menghantu


terimakasih. aku suka menghentikan ini
lebih baik daripada bicara
tapi diam

Rabu, 08 Januari 2014

curhatkan saja pada gitar

0 komentar
sekarang, aku temukan sebuah kalimat
tentang peraduannya malam-malam panjang
terselip di lembaran akhir, cerita :)

sebilah kayu usang dengan kulit hitam
dan enam helai rambut yang tak sama
itu milik kita, bersembunyi dari ganasnya luar sana

Jumat, 03 Januari 2014

Hujan, kau menyenangkan

0 komentar
Hujan, kau menyenangkan
Saat tak ada tebusan surya
Masuk di sela butiran awan
Kau sanggup

Hujan, kau menyenangkan
Datang disaat pagi ku rayu
Jejak kekeringan
Musuhmu semalam

Hujan, kau menyenangkan
Walau ku tak melarang
Kau basahi lekuk gerakku
Aku takkan membencimu

Hujan, kau menyenangkan
Kau menghanyutkan


Rabu, 01 Januari 2014

Embun, aku menunggu

0 komentar


Seperti apa yang telah embun sampaikan
Pagi, kau tak semerana diriku
Terhempas karena jahatnya malam
Dan terbawa di lemah dedaunan

Embun
Ku akui engkau juga sementara
Lengkapi pagi dengan aroma segarmu
Jelas saja ku dibuatnya rindu

Jika dihari nanti
Aku tak lagi sanggup membelaimu
Aku akan jelas merindu
Dan tak hanya kepada pagi lagi
Aku menunggu